Informasi: 0818 646 882 (XL), 0813 1951 1114 (SIMPATI)

Asal Usul Batu Marmer

Poles Marmer Hotel, Perkantoran, Apartment Villa Segera hubungi Bapak Bakir 0818646882 , 081319511114, 085782730000 , Kami menerima Jasa poles di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Timur, DKI, Jakarta Utara, Depok, Tangerang, Banten, Bandung dan seluruh kota kota besar di Indonesia, seperti Surabaya, Makassar, Denpasar, Samarinda, Banjarmasin, Medan, dan lainsebagainya. Kami adalah jasa poles marmer yang berada di Jakarta melayani poles marmer di beberapa kota di Indonesia.
Sudahkah anda tahu Tentang asal batuan yang mahal harganya ini yaitu Marmer, Marmer dan granit merupakan batuan alam yang diambil dari sebuah gunung batu, setiap gunung batu dapat menghasilkan warna batu yang berbeda – beda mungkin warna yang dihasilkan dapat merah, kuning, hijau, biru, hitam bahkan dapat pula perpaduan dari warna tersebut, tetapi tidak semua gunung batu dapat dijadikan sebagai tambang batu, karena itu semua harus melalui proses yang cukup rumit, diperlukan tenaga ahli untuk mengadakan riset atau observasi terlebih dahulu untuk mengetahui, apakah gunung tersebut memiliki kandungan batu yang baik, apakah gunung tersebut memiliki tempat yang strategis untuk dijadikan sebuah tambang batu, apakah gunung tersebut memiliki dampak yang sangat berbahaya jika dijadikan sebagai tambang batu, apakah gunung tersebut memiliki izin untuk dijadikan sebagai tambang batu dan pastinya gunung tersebut ada yang memiliki mungkin pemiliknya dapat pemda setempat atau bahkan sudah menjadi pemilik pihak swasta yang harus kita beli dengan harga tinggi cukup ribet bukan prosesnya, tetapi hal seperti itu biasanya yang mengurus adalah para penguasa properti setelah mengadakan proses riset dan hasilnya gunung tersebut dapat dijadikan sebagai tambang batu disini mungkin orang merasa aneh dan bertanya, kok bisa gunung batu yang menjulang tinggi dan keras pula itu dapat menjadi bongkahan atau potongan batu, sekarang tidak perlu aneh sebuah gunung batu dapat hancur dengan menggunakan peledak atau sering disebut sebagai dynamit, selain menggunakan bahan peledak diperlukan juga alat berat sebagai alat transite ataupun transportasi.
Setelah proses peledakkan selesai dan gunung batu berubah menjadi bongkahan atau potongan batu, sebelum masuk workshop dengan bantuan tenaga ahli dengan menggunakan alat berat, bongkahan batu tersebut disortir terlebih dahulu untuk mengecek apakah bongkahan batu tersebut layak masuk workshop, setelah itu barulah masuk workshop untuk masuk proses pemotongan. Sebelum dipotong bongkahan batu tersebut kembali dicek, kali ini bagian tenaga kerja di workshop untuk mengecek terutama masalah ukuran, warna dan urat pada batu, jika ada. Barulah bongkahan batu yang tebal dan keras itu dipotong dengan menggunakan mesin potong yang memiliki pisau yang sangat tajam dan cukup besar pula. Biasanya Bongkahan batu tersebut dipotong dengan ukuran tebal kurang lebih 2 cm ( ukuran tebal standar ). Jadi bisa dibayangkan bongkahan batu yang sangat tebal itu, disini berarti dalam satuan kubik hanya dipotong dengan tebal 2 cm maka dapat dipastikan akan menghasilkan jumlah volume dalam satuan persegi yang sangat besar, namun itu semua tergantung dari kualitas dan proses pengolahan batunya itu sendiri. Setelah proses pemotongan batu tersebut ada yang telah selesai proses ada pula yang harus mengalami beberapa proses lagi tergantung dari jenis proses finishingnya. Sebelum menjelaskan masalah proses finishing kita kembali ke penjelasan sebelumnya selain memiliki warna yang berbeda – beda marmer dan granit juga memiliki urat pada lapisannya terutama marmer, biasanya urat inilah yang memberikan nilai seni pada sebuah batu. Urat tersebut alami bukan hasil tangan manusia. Kemudian mungkin orang bertanya kenapa batu dapat terlihat mengkilap seperti kaca bahkan dapat memantulkan cahaya, pada dasarnya semua batu itu berwarna kusam bahkan ada beberapa jenis batu yang memiliki zat kapur sehingga terlihat lebih kusam, disini barulah diperlukan campur tangan manusia untuk merubah tampilan batu itu sendiri tapi dalam artian bukan merubah sesuatu yang alami menjadi tidak alami justru disini memperlihatkan kealamian batu itu sendiri. Dengan bantuan mesin poles dan campuran bahan kimia sebuah batu akan memasuki sebuah proses finishing poles dimana dengan proses ini sebuah batu akan memperlihatkan warna, corak maupun urat yang alami. Untuk lebih jelasnya akan saya jelaskan beberapa jenis proses finishing pada batu. Dilihat dari proses finishingnya marmer dan granit memiliki beberapa jenis diantaranya
1. Flamed Finish, dilihat dari permukaannya jenis batu ini cenderung paling kasar dimana batu jenis ini harus melalui proses pembakaran terlebih dahulu sesuai dengan namanya flamed yang berarti bakar. Biasanya batu jenis ini digunakan untuk lantai exterior seperti area pedestrian atau drive way maupun walk way. Permukaan batu yang kasar ini berfungsi sebagai anti slip terutama pada saat lantai basah seperti pada saat turun hujan sehingga lantai tidak akan terlalu licin. ( Material yang digunakan biasanya batu granit )
2. Rough cut Finish, dilihat dari permukaanya batu jenis ini terlihat rata / halus, namun tidak mengkilap. Permukaanya yang rata / halus bukan karena proses pemolesan tetapi karena proses pemotongannya yang membuat permukaanya rata / halus sehingga warnanya pun tidak mengkilap, biasanya batu jenis ini digunakan untuk kanstin, paving dan dinding. ( Material yang digunakan biasanya batu yang memiliki tingkatan paling keras / kuat seperti granit ataupun andesit )
3. Polish Finish, dilihat dari permukaanya batu jenis ini terlihat lebih rata / halus dan sangat mengkilap. Batu jenis ini harus melalui proses pemolesan terlebih dahulu hingga mencapai 100 % finish sehingga hasil yang didapat lebih mengkilap. Biasanya batu jenis ini cocok digunakan untuk lantai maupun dinding baik area interior maupun exterior. ( Material yang digunakan biasanya batu marmer dan granit )
4. Unpolish Finish, dilihat dari permukaanya batu jenis ini terlihat cukup rata tetapi tidak mengkilap dikarenakan tidak melalui proses poles sehingga terlihat agak kusam.( Material yang digunakan biasanya batu marmer dan granit )
5. Honed Finish, hampir sama dengan unpolish finish dilihat dari permukaannya batu jenis ini terlihat rata tetapi tidak mengkilap, namun yang membedakannya adalah batu ini dipoles namun hanya 50 % finish. ( Material yang digunakan biasanya batu marmer dan granit )
6. Acid Finish, seperti halnya pada flamed finish batu jenis ini memiliki permukaan yang kasar hanya tidak mengalami proses pembakaran tetapi mengunakan bahan kimia yang mengandung asam ( Hcl; dibaca asam clorida ), sesuai dengan namanya acid yang berarti asam. ( Material yang digunakan biasanya batu granit )
Itulah beberapa jenis finishing pada batu. Pada penjelasan sebelumnya saya belum menjelaskan tentang ” Apa sich kegunaan dan pada bagian mana saja marmer dan granit itu digunakan pada sebuah bangunan”
Pada point pertama kegunaan marmer dan granit adalah
* Memberikan kekuatan pada sebuah bangunan, maksudnya dengan dilapisi oleh batu maka akan membuat lapisan menjadi lebih tebal dan tentunya menjadi lebih kuat.
* Memperindah tampilan atau layout pada suatu ruangan.
* Memberikan kesan mewah pada sebuah bangunan, marmer dan granit tergolong bahan bangunan dengan harga yang cukup mahal dibandingkan dengan bahan bangunan lain yang memiliki fungsi yang sama seperti cat, plester, keramik, granite tile, parquet, karpet, screed ataupun jenis batu alam lainnya.
Dan point kedua ini saya akan menjelaskan bagian pada bangunan yang sering menggunakan marmer ataupun granit termasuk jenis yang digunakan sesuai dengan lokasi pada bangunan adalah sebagai berikut
* Wall atau dinding, baik pada bagian dinding interior maupun exterior cocok menggunakan marmer dan granit, namun ada bagian – bagian tertentu sebagai lokasi prioritas sebut saja lokasi yang sering dilalui banyak orang seperti bagian dinding depan rumah, bagian dinding lobby utama { pada sebuah gedung, kantor, apartemen ataupun mall }, bagian dinding lift, bagian dinding signage atau papan nama, bagian dinding kolom, bagian dinding pada tangga, bagian dinding pada kolam, bagian dinding pada portal, bagian dinding pada kamar mandi, bagian dinding pada dapur dan masih banyak lokasi dinding yang cocok mengunakan marmer ataupun granit, yang pada intinya kembali kepada selera masing – masing orang. Untuk bagian pada dinding lebih cocok mengunakan jenis polish finish, unpolish finish atau honed finish.
* Floor atau lantai, berbeda dengan dinding hampir setiap bagian lantai pada sebuah bangunan cocok dilapisi oleh marmer ataupun granit. Sudah barang tentu lokasi yang bersifat umum agar terkesan lebih indah dan mewah biasanya difinish dengan menggunakan marmer ataupun granit. Untuk lantai yang berada di area interior ( area tertutup ) cocok mengunkan jenis polish finish atau honed finish, sedangkan untuk lantai yang berada di area exterior ( area yang terkena air hujan ) seperti area drive way ataupun walk way lebih cocok mengunakan jenis flamed finish atau acid finish, permukaan batunya yang kasar dapat berfungsi sebagai anti slip pada kendaraan ataupun pejalan kaki terutama pada saat turun hujan. Namun tak hanya untuk area exterior saja jenis flamed finish dan acid finish digunakan area interior pun jika areanya sering terkena air biasanya mengunakan jenis batu ini seperti pada ruang kamar mandi terutama pada area shower.
* Table atau meja, hampir semua meja cocok dilapisi marmer ataupun granit namun itu semua kembali pada selera masing – masing orang. Meja washtafel, meja bar, meja recepcionist dan meja kitchen adalah contoh kecil lokasi yang sering dilapisi oleh marmer dan granit. Polish finish biasanya lebih banyak digunakan pada meja.
* Hiasan, selain dinding, lantai dan meja marmer dan granit dapat pula digunakan pada sebuah hiasan bisa berupa ; patung, vas bunga, ataupun hiasan lainnya.
Cara perawatan pada marmer dan granit :
Rough cut, Polish, Unpolish dan Honed Finish
* Gunakan kain dan air bersih untuk membersihkan, jika perlu tambahkan air tersebut dengan sabun lantai.
* Hindarkan penggunaan bahan kimia seperti HCL, bayclin dan prostek karena bahan kimia tersebut dapat merusak marmer maupun granit.
* Jangan biarkan air terlalu lama berada di permukaan marmer maupun granit, permukaan yang basah harus segera dikeringkan.
* Bila ada kotoran yang melekat seperti lem, permen karet ataupun sejenisnya gunakanlah pisau kecil atau cutter yang dibalut dengan kain agar pada saat membersihkan tidak menimbulkan goresan pada marmer maupun granit.
* Bila ada tumpahan minuman ataupun cairan yang berwarna peka seperti sirup, kopi, es krim ataupun sejenisnya segeralah dibersihkan karena biasanya tumpahan tersebut akan menjadi noda yang membandel pada marmer maupun granit.
* Hindarkan permukaan marmer maupun granit dari puntung rokok, seperti halnya cairan yang terkena air, biasanya akan mudah menyerap ke dalam pori – pori marmer maupun granit.
Flamed finish
* Untuk membersihkannya gunakanlah air yang telah dicampur dengan sabun kemudian digosok dengan menggunakan sikat, untuk lebih mudah lagi gunakanlah mesin elextrolux.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *